Lubuk Linggau — Musibah cedera serius menimpa salah satu atlet sepak bola usia dini Kota Lubuk Linggau. Seorang pemain U-13 Linggau Soccer School, M. Abbad Nailun Nabhan, mengalami patah tulang pada bagian kaki saat mengikuti pertandingan sepak bola mini yang diselenggarakan oleh PGRI Kota Lubuk Linggau di Lapangan Eks Kompi, Sabtu siang (17/01/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan tengah berlangsung. Benturan keras yang dialami korban membuatnya harus segera dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan rontgen, Abbad dinyatakan mengalami patah tulang dan membutuhkan tindakan operasi guna pemulihan lebih lanjut.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap atlet muda daerah, Ketua KONI Kota Lubuk Linggau, Didit Armansyah, bersama perwakilan PSSI Kota Lubuk Linggau, Restu Ernada, mendatangi rumah korban. Dalam kunjungan tersebut, keduanya memberikan santunan serta dukungan moril kepada Abbad dan keluarga agar tetap kuat menghadapi proses pengobatan, Kamis, (29/01/26).
Kehadiran pengurus KONI dan PSSI tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga dan pihak Linggau Soccer School, yang berharap atlet muda ini dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Dukungan dari insan olahraga dinilai sangat berarti bagi psikologis atlet usia dini yang tengah menjalani masa perawatan.
Peristiwa ini turut memantik keprihatinan dari berbagai kalangan. Pihak keluarga korban berharap panitia penyelenggara kegiatan dapat menunjukkan tanggung jawab serta ikut berperan dalam membantu proses pengobatan dan perawatan korban hingga tuntas.
Selain itu, kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh penyelenggara turnamen, khususnya kompetisi yang melibatkan atlet usia dini. Aspek keselamatan, kesiapan tim medis, serta pengawasan pertandingan dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)






