Lubuklinggau — Suasana ruang rapat DPRD Kota Lubuklinggau tampak serius dan penuh perhatian saat para anggota dewan menggelar rapat paripurna guna membahas sejumlah agenda strategis daerah, Senin (9/2/2026).
Agenda tersebut meliputi penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kota Lubuklinggau, sekaligus jawaban fraksi atas tanggapan eksekutif terhadap lima Raperda inisiatif DPRD.
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Yulian Efendi, didampingi unsur pimpinan dewan lainnya, serta dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta tamu undangan.
Dalam forum resmi itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui juru bicaranya, Siska Novitasari, S.M., M.M., menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, khususnya terkait kondisi infrastruktur di Kelurahan Batu Urip yang dinilai memerlukan penanganan serius dan segera.
Fraksi PKB mendorong perbaikan Jalan Padat Karya RT 01 dan RT 02 tembusan Jembatan Kelingi 3, serta pembangunan drainase di sepanjang Jalan Kenanga 2, khususnya wilayah RT 05 dan RT 06, dan di Jalan Padat Karya RT 01 dan RT 02 Kelurahan Batu Urip.
Siska Novitasari menegaskan, kondisi jalan di kawasan tersebut saat ini sudah mengalami kerusakan cukup parah, berlubang, tidak rata, serta kerap menimbulkan kemacetan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Jalan Padat Karya ini merupakan akses vital bagi warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Kerusakan yang terjadi sudah lama dikeluhkan masyarakat dan perlu segera mendapat penanganan,” ujar Siska dalam penyampaiannya.
Selain persoalan jalan, Fraksi PKB juga menyoroti minimnya sistem drainase di kawasan tersebut. Saat hujan turun, air kerap menggenangi badan jalan karena tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan serta meningkatkan risiko banjir.
“Pembangunan drainase di Jalan Kenanga 2 dan Jalan Padat Karya sangat mendesak. Genangan air yang terjadi bukan hanya mengganggu, tetapi juga mempercepat kerusakan jalan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Siska menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat ini sebelumnya telah disampaikan dalam rapat paripurna, namun hingga kini belum terealisasi. Oleh karena itu, Fraksi PKB berharap agar usulan tersebut segera dimasukkan dalam APBD Kota Lubuklinggau Tahun Anggaran 2026.
Fraksi PKB juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui OPD terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan, sehingga perencanaan teknis dan penganggaran dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi warga,” tegasnya.
Dengan adanya dorongan ini, Fraksi PKB optimistis pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur di Kelurahan Batu Urip, demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat. (*)






