LUBUK LINGGAU – Ketua Yayasan Kembang ASA Peduli Kasih, H. Elva Edison, melontarkan kritik keras terhadap maraknya konten sosial yang dinilai hanya mengejar viralitas tanpa komitmen kemanusiaan yang utuh. Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya video seorang korban penyalahgunaan narkotika berinisial DB, warga Moneng Sepati, di salah satu media lokal.
Menurut H. Elva Edison, video tersebut tidak hanya menyinggung nilai kemanusiaan, tetapi juga terkesan menyudutkan dan menghapus peran pihak-pihak yang sebelumnya telah berupaya membantu korban.
“Kalau niatnya ingin membantu, bantu dengan tuntas. Jangan sekadar naikkan konten, lalu menjatuhkan atau meniadakan jasa orang lain yang sudah lebih dulu bergerak,” tegasnya.
Ia menilai tindakan menyindir kegiatan sosial pihak lain sebagai bentuk ketidakdewasaan dalam berbuat kemanusiaan. Bahkan, menurutnya, hal tersebut justru mencederai esensi dari aksi sosial itu sendiri.
“Kegiatan sosial bukan panggung pencitraan. Kalau hanya setengah-setengah dan berhenti di konten, itu bukan bantuan, tapi eksploitasi penderitaan,” ujarnya dengan nada tegas.
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, H. Elva Edison menyampaikan bahwa pihaknya bersama BNN Kota Lubuk Linggau dan Dinas Sosial telah mengambil alih penanganan korban DB. Pada hari yang sama, korban langsung diantar ke Panti Rehabilitasi di Kota Bengkulu tanpa dipungut biaya apa pun.
“Alhamdulillah, hari ini kami pastikan DB mendapatkan penanganan yang layak. Tidak ada pungutan, tidak ada drama, yang ada hanya komitmen kemanusiaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Elva Edison menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Lubuk Linggau, Dinas Sosial Kota Lubuk Linggau, Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat, Ketua TP PKK Hj. Risca Priba Ayu, serta Media Berita Lubuk Linggau yang dinilai konsisten mendukung upaya penanganan sosial secara nyata.
Ia menegaskan, ke depan setiap pihak yang mengatasnamakan kemanusiaan harus berani bertanggung jawab penuh, bukan sekadar tampil di kamera.
“Kalau tidak siap membantu sampai tuntas, sebaiknya jangan mengatasnamakan kemanusiaan,” pungkasnya. (*)








