Lubuk Linggau – Masjid Jami’ Nurul Hidayah Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuk Linggau Utara I, menyelenggarakan pemotongan hewan qurban dalam rangkaian Hari Raya Idul Adha 1447 H, Rabu (27/05/2026).
Adapun hewan qurban yang dipotong sebanyak 6 ekor hewan qurban terdiri dari 3 ekor sapi dan 3 ekor domba. Daging hewan qurban akan dibagi kepada 370 warga. Daging dibagi rata untuk 2 RT di wilayah Kelurahan Sumber Agung tanpa memandang status.
Ketua Masjid Jami’ Nurul Hidayah Kelurahan Sumber Agung, Romdoni, menjelaskan jika hal tersebut dilakukan demi menjaga kebersamaan dan tenggang rasa.
“Tidak dibedakan (statusnya), kami bagi rata untuk 2 RT demi kebersamaan dan tenggang rasa. Kami berharap Qurban ini dapat membawa berkah dan menyalurkan kebahagiaan bagi sesama,” ujar Romdoni di sela-sela kegiatan pemotongan hewan qurban.
Dirinya juga menjelaskan, mengapa hanya dibagi di 2 RT, karena pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus masjid lainnya dan ahli qurban yang menyembelih sendiri terkait perseberan daging qurban.
“Kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak, baik masjid dan RT yang menyembelih hewan qurban secara mandiri, sehingga setelah di data, Masjid Nurul Hidayah mengcover di RT.01 dan RT.04, untuk RT yang lainnya sudah ada bagian tanggungjawabnya masing-masing,” sambungnya.
Sementara Ketua Panitia Pelaksanaan Sholat Ied dan Penyembelihan Hewan Qurban Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Hadi Suyitno, menjelaskan sistem yang dipakai dalam pengambilan daging qurban adalah sistem kupon.
“Sistemnya sistem kupon. Hal tersebut untuk menghindari kerancuan penerima sekaligus sebagai sarana untuk mengenalkan masjid kepada warga. Apalagi saat ini masjid dalam keadaan membangun, siapa tahu ketika warga datang ke masjid, melihat masjid dalam proses membangun dapat tergerak juga hatinya untuk memberikan bantuan,” ungkap Suyitno.
Dirinya juga bersyukur kegiatan berjalan tertib dan lancar. Dia berharap tahun depan dapat lebih baik lagi dan lebih banyak lagi ahli qurban yang berqurban di Masjid Jami’ Nurul Hidayah.
“Kami bersyukur kegiatan berjalan tertib dan berharap tahun depan dapat berjalan lebih baik lagi. Kuantitas hewan qurban bertambah, dan penerima manfaat juga bertambah,” pungkas Suyitno.
Kegiatan pemotongan hewan qurban di Masjid Nurul Hidayah berjalan tertib dengan suasana gotong-royong masyarakat sekitar yang menjadi panitia dan relawan pengurusan hewan qurban.
Penyembelihan hewan qurban sendiri dimaknai sebagai status penghambaan dan kepatuhan kepada Allah SWT juga secara bersamaan sebagai pembangun hubungan baik kepada sesama manusia. (*)












