LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menggelar silaturahmi sekaligus rapat koordinasi bersama pimpinan pondok pesantren terkait pengelolaan pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren di Kota Lubuk Linggau di Op Room Moneng Sepati Lantai 5 Pemkot Lubuk Linggau, Selasa (26/5/2026).
Dalam arahannya, H Rachmat Hidayat menyoroti viralnya terduga tindakan asusila yang dilakukan oknum di salah satu pondok pesantren di Kota Lubuk Linggau.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius semua pihak agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan pesantren dapat kembali pulih.
“Kita harus berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan dan menitipkan anak di pondok pesantren, khususnya di Kota Lubuk Linggau,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap lingkungan pesantren harus diperkuat guna menghindari para santri dari tindakan asusila maupun perbuatan negatif lainnya.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun pihak pesantren, namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Pengawasan harus dilakukan bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di pesantren,” katanya.
Selain itu, Wali Kota juga meminta seluruh pimpinan pondok pesantren untuk kembali mengangkat marwah dan citra baik pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi berakhlak dan religius.
Menurut dia, keberadaan pesantren juga memiliki dampak terhadap perekonomian daerah. Jika jumlah santri menurun akibat menurunnya kepercayaan masyarakat, maka hal tersebut juga akan berdampak pada roda perekonomian di Kota Lubuk Linggau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Lubuk Linggau, H Heri Zulianta, Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herdawan, kepala OPD, seluruh pimpinan pondok pesantren serta tokoh masyarakat. (*)












