Ponpes Misro Arafah Kembali Torehkan Prestasi, 57 Santri MTs, MA, dan Tahfidz Resmi Diwisuda

LUBUKLINGGAU – Pondok Pesantren (Ponpes) Misro Arafah Kota Lubuklinggau kembali menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan Islam dengan mewisuda sebanyak 57 santri dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan program Tahfidz Al-Qur’an. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru pada Rabu (24/6/2026), dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh pendidikan, wali santri, serta keluarga wisudawan.

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan dan pembinaan di lingkungan pesantren. Selain menjadi ajang pelepasan, wisuda juga menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para santri dalam menuntut ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum.

 

Acara turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan H. Achmad Hasian Ritonga yang mewakili Wali Kota Lubuklinggau. Hadir pula perwakilan Kementerian Agama, Dr. Habibullah Anggara, tokoh Muhammadiyah Kota Lubuklinggau Dr. Mat Idris, Ketua STAIS BS yang diwakili Ustazah Nurila Kausi, M.Pd., Camat Lubuklinggau Selatan II, Babinkamtibmas Polsek Lubuklinggau Selatan II, Manager PLN Muara Beliti, lurah setempat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Pada wisuda tahun ini, sebanyak 22 santri MTs, 18 santri MA, dan 17 santri program Tahfidz Al-Qur’an resmi dinyatakan lulus dan berhak mengikuti prosesi wisuda. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Ponpes Misro Arafah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat serta akhlak yang mulia.

 

Pimpinan Ponpes Misro Arafah, Buya Aidil Fitrisyah Musa, Lc., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru, asatidz, dan para orang tua yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan kepada pesantren dalam mendidik putra-putri mereka.

 

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Para santri diharapkan mampu menjadi teladan, menjaga akhlak, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.

 

“Jadilah generasi yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah, memiliki akhlak yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Ilmu yang diperoleh hendaknya menjadi cahaya yang menerangi kehidupan, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” pesan Buya Aidil di hadapan para wisudawan.

 

Ia juga berharap para alumni Ponpes Misro Arafah dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi bagian dari generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

 

Suasana haru tampak menyelimuti prosesi wisuda saat para santri menerima penghargaan dan pengakuan atas hasil perjuangan mereka selama menempuh pendidikan. Raut kebahagiaan terlihat dari wajah para orang tua yang turut menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di Ponpes Misro Arafah.

 

Melalui wisuda ini, Ponpes Misro Arafah kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten dalam mencetak generasi Qurani, berilmu, berakhlak mulia, serta siap memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *