Serius Genjot PAD, Bapenda Lubuklinggau Full Turun Lapangan Optimalisasi Pajak

Berita615 Views

Lubuklinggau — Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Lubuklinggau terus melakukan langkah-langkah strategis dan terukur melalui optimalisasi pemungutan pajak daerah.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kepala Bapenda Kota Lubuklinggau, H. Hasan Basri, SE, M.AP, bersama Sekretaris Bapenda Dr. Maidi M. Iman, M.Si, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring, evaluasi, pendataan, serta koordinasi dengan sejumlah instansi dan wajib pajak strategis di wilayah Kota Lubuklinggau.

Kegiatan turun lapangan ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan tingkat kepatuhan wajib pajak, namun juga untuk memperkuat basis data perpajakan daerah, memetakan potensi pajak, serta mengidentifikasi peluang peningkatan penerimaan yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau yang menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Bapenda Kota Lubuklinggau, H. Hasan Basri, menyampaikan bahwa sepanjang bulan ini, jajaran Bapenda melaksanakan berbagai agenda lapangan secara intensif sebagai bagian dari strategi jemput bola dalam optimalisasi pajak daerah.

“Alhamdulillah, selama bulan ini kami melaksanakan kegiatan lapangan secara penuh. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menggali, mengamankan, serta mengoptimalkan potensi pajak daerah yang ada, sekaligus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan para pelaku usaha,” ujarnya.

Adapun sejumlah lokasi dan instansi yang telah dikunjungi antara lain UPTB Samsat, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), KPP Pratama, PLN, Hotel QR, Roti Jordan, QOF Cafe, serta Hexabion. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data, kepatuhan administrasi, serta optimalisasi potensi pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, H. Hasan Basri menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Bapenda tidak semata-mata bersifat pengawasan, namun juga pembinaan dan edukasi kepada wajib pajak. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha dan wajib pajak semakin memahami hak dan kewajibannya, sekaligus mendorong terciptanya kesadaran dan kepatuhan pajak secara sukarela.

“Optimalisasi pajak daerah tidak hanya soal penagihan, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami mengedepankan pendekatan persuasif, pembinaan, serta pelayanan yang optimal kepada wajib pajak, hal ini tentunya sesuai hasil arahan Walikota H.Rachmat Hidayat dan Wakil Walikota H.Rustam Effendi terkait optimalisasi pendapatan asli daerah, tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bapenda Kota Lubuklinggau berharap dapat meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah, memperkuat sistem pengawasan, serta mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya PAD, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai berbagai program pembangunan, infrastruktur, serta pelayanan publik bagi masyarakat.

Ke depan, Bapenda Kota Lubuklinggau berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengembangkan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah guna mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *