Usai Safari Jumat, Wali Kota Lubuk Linggau Menyempatkan Diri Melayat ke Rumah Duka Korban Tenggelam

Berita566 Views
๐‹๐ฎ๐›๐ฎ๐ค ๐‹๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฎ- Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, melaksanakan Safari Jumat di Masjid Al Marahama yang berlokasi di Jalan Padat Karya RT 02 No. 31, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Jumat (6/2/2026).
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa H Yoppy Karim itu menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat setempat.
Lebih lanjut dia mengungkapkan kegiatan Safari Jumat merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau dalam rangka memberikan perhatian dan bantuan kepada masjid-masjid yang ada di wilayah Kota Lubuk Linggau.
โ€œAlhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi di Masjid Al Marahama. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas kami untuk membantu dan mendukung masjid-masjid yang ada di Kota Lubuk Linggau,โ€ ujarnya sembari menyebutkan kalau Masjid Al Marahama merupakan salah satu masjid tertua di Bumi Sebiduk Semare.
Terkait bantuan sosial keagamaan, Pemkot Lubuk Linggau telah melakukan evaluasi terhadap penerima insentif pengurus jenazah agar tepat sasaran, yakni orang yang benar-benar aktif mengurus jenazah di masyarakat.
Selain itu, jumlah penerima insentif guru mengaji juga ditambah dengan kriteria mereka yang telah tersertifikasi.
Ke depan, Pemkot Lubuk Linggau juga merencanakan pembangunan kampung budaya atau homestay di wilayah kecamatan yang diharapkan dapat menjadikan wilayah itu sebagai tujuan wisata, sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Usai kegiatan Safari Jumat, Wali Kota Lubuk Linggau melanjutkan agenda dengan melayat ke rumah duka dua bocah yang meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di kolam penampungan yang berada di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Kedua korban diketahui bernama Azhar berusia 7 tahun dan Beni berusia 9 tahun. Peristiwa nahas itu terjadi saat korban berenang bersama teman-temannya di kolam penampungan air tersebut.
Dari empat bocah yang berenang, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua korban lainnya tidak tertolong.
Peristiwa ini menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *